membina rumah tangga Posts

Keuntungan Membina Rumah Tangga di Usia Muda

Yakin sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pernikahan di usia muda? Apakah Anda sudah tahu bagaimana cara membina rumah tangga yang tepat? Menikah merupakan suatu proses yang yang melibatkan fisik, mental, fikiran, dan keberanian dalam menempuh pola kehidupan yang berbeda. Tapi, bagaimana jika seseorang memilih untuk menikah di usia muda? Sebetulnya itu bukan masalah asalkan Anda telah mengetahui bagaimana cara membina rumah tangga yang benar dan sudah benar-benar memahami karakter masing-masing. Terlebih, terdapat beberapa manfaat yang bisa Anda dapat saat membina rumah tangga di usia muda.

Apa Saja Manfaat Membina Rumah Tangga di Usia Muda?
Menikah di usia muda, ternyata tak selalu mendatangkan kesulitan. Nyatanya, terdapat beberapa keuntungan jika Anda membina rumah tangga di usia muda. Mau tahu apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

  1. Membangun Keseimbangan Awal
    Ketika masih muda, Anda membutuhkan seseorang agar hidup menjadi lebih terarah, teratur, dan seimbang. Terlebih, jika saat ini Anda masih bekerja. Tentu, Anda akan lebih bersemangat karena ada yang siap membantu dan mendengarkan keluh kesah dalam pekerjaan. Pasangan Anda, akan menjadi tempat untuk dapat mengungkapkan setiap keluh kesah yang dialami. Bahkan, bersedia untuk menjadi penerang saat Anda sedang menghadapi jalan yang buntu.
  2. Bisa Saling Menyesuaikan
    Kini, banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan yang menunda pernikahan. Alasannya, entah itu karir maupun kedewasaan. Padahal ini merupakan hal yang tidak tepat. Coba renungkan, jika dua orang individu yang sudah kuat memiliki prinsip dan setelah menikah keduanya menemukan saling ketidakcocokan pada prinsip masing-masing. Justru, hal ini akan lebi mudah membuat pernikahan tidak bertahan lama. Sedangkan jika menikah di usia muda, ibarat membentuk sebuah adonan kue. Anda akan belajar cara untuk lebih saling pengertian. Menyesuaikan karakter lebih mudah dilakukan ketika muda, karena keduanya masih belum memiliki prinsip yang benar-benar dijalani.
  3. Mencari Pasangan Sempurna
    Anda, tidak akan bisa memulai pernikahan jika yang mencari seseorang yang sempurna. Memang dalam diri ada sifat dan karakter tertentu yang sangat disukai. Di sisi lain, telah ada standarisasi tertentu yang perlu Anda pakai dalam aturan agama. Hal ini sangatlah penting, sebab kesamaan prinsip akan membuat hubungan lebih kuat. Jadi, saat prinsip Anda adalah hanya ingin menikah dengan orang yang sempurna, maka Anda sudah menjadi orang yang egois dan munafik. Pada masa perjalanan pernikahan nanti, sifat diantara satu sama lain pada sebuah pasangan akan berubah. Selama membina rumah tangga, masing-masing pasangan akan belajar mengenai karakter bagaimana yang disukai dan dibenci oleh pasangannya.

Membina rumah tangga di usia muda sebetulnya tidak sulit, Asalkan Anda tidak mementingkan diri sendiri. Saat menjalankan rumah tangga, Anda juga perlu saling berdiskusi dan sebaiknya tidak ada yang disembunyikan lagi.

4 Cara Membina Rumah Tangga di Usia Muda

Saat menjalankan rumah tangga di usia muda, Anda harus tahu bagaimana cara membina rumah yang tepat. Apa Anda benar-benar sudah mengetahuinya? Di Indonesia, usia pasangan menikah bermancam-macam. Kebanyakan, pernikahan terjadi saat usia 23 tahun sampai 26 tahun. Terlebih, kini juga banyak orang yang menikah diumur 20 tahun ke bawah. Jika hal ini Anda alami, maka wajib untuk mengetahui bagaimana cara membina rumah tangga di usia muda sejak sekarang juga.

Pentingnya Mengetahui Cara Membina Rumah Tangga
Tak ada seorangpun yang ingin rumah tangganya mengalami perceraian. Oleh karena itu, penting untuk Anda ketahui bagaimana cara membina rumah tangga terutama untuk Anda yang menikah di usia muda. Berikut cara yang perlu Anda coba.

  1. Saling memperlakukan dengan baik
    Suami istri harus mengetahui sifat masing-masing. Anda tak bisa lagi bersikap seenaknya kepada pasangan, tentu ini berbeda saat masih pacaran. Ini karena, seseorang yang sudah menikah mempunyai peran dan tanggung jawab baru, apalagi sebagai suami perlu memperlakukan istri dengan baik serta membimbingnya dengan baik. Begitu pula istri yang harus memperlakukan suami dengan baik.
  2. Saling memahami
    Tidak adanya rasa saling memahami antar Anda dan pasangan, akan menjadi penyebab suami istri tidak harmonis. Dengan demikian, akan lebih sulit menjaga kesejahteraan dalam rumah tangga. Nah, untuk menumbuhkan rasa saling memahami Anda perlu mengembangkan rasa toleransi dan empati pada pasangannya. Maka, rumah tangga akan berjalan tanpa masalah karena adanya sifat saling pengertian tersebut. Bila bisa memahami suami merupakan cara menjadi istri idaman suami.
  3. Saling memberikan pujian
    Tak hanya bersikap protektif, Anda juga perlu saling memberikan pujian. Pujian adalah suatu hal yang penting demi menjaga keharmonisan hubungan suami istri. Pemberian pujian yang tulus, bisa menjadikan pasangan merasa lebih dihargai akan berbagai jerih payahnya dalam berumah tangga. Pujilah pasangan dengan tulus saat ia sudah melakukan hal baik. Misalnya ketika suami membantu pekerjaan rumah tangga, pujilah ia yang telah bersusah payah melakukannya. Sikap memberi pujian, akan menjadi cara untuk membahagiakan pasangan tercinta dan salah satu cara berbakti kepada suami.
  4. Mempunyai panggilan sayang
    Cara membina rumah tangga di usia muda yakni dengan mempunyai panggilan sayang. Nah, untuk menjaga kemesraan juga sangat penting untuk pasangan suami istri yang mengharapkan pernikahannya tetap terjaga. Adanya karakter yang menunjukkan kemesraan dan rasa sayang terhadap pasangan dengan menggunakan nama kesayangan, juga akan menjadi cara memanjakan pasangan. Panggilan khusus ini, tentu dapat membuat pasangan merasa punya makna masing-masing.

Cara membina rumah tangga di usia muda memang tidak mudah. Anda perlu kesabaran dalam menjalankannya. Yuk, coba beberapa cara di atas agar rumah tangga Anda terhindari dari hal buruk yang tidak diinginkan.

4 Cara Membina Rumah Tangga agar Bahagia

Khusus Anda yang baru menikah ada perasaan cemas bagaimanakah cara membina rumah tangga yang tepat agar bahagia? Segera cari tahu mulai sekarang juga. Sebetulnya, pahit manis rumah tangga pasti akan ada. Hal itulah yang menjadikan rumah tangga menjadi lebih indah. Adapun kunci utama rumah tangga bahagia dimulai dengan adanya rasa dan memahami sifat satu sama lain.

Bagaimana Cara Membina Rumah Tangga agar Bahagia?
Ingin rumah tangga Anda selalu langgeng? Caranya sebetulnya mudah. Yuk, segera cari tahu pada uraian berikut ini.

  1. Pahami Arti Kebahagiaan
    Kebahagiaan tidak hanya sebatas pada materi saja, yang hanya diukur dengan seberapa kaya maupun penampilan fisik. Padahal, kebahagiaan bisa diukur pada seberapa taatnya Anda pada tuhan. Bila Anda seorang muslim, kebahagiaan bahkan bisa diukur dengan seberapa mampu ia taat pada perintah Allah SWT. Pada hakikatnya, jika seseorang taat bisa mendapatkan ridha Allah SWT. Maka, Allah akan memasukkannya ke dalam surgaNya.
  2. Pahami Kekurangan Pasangan
    Bila Anda ingin selalu memiliki rumah tangga yang bahagia, pahamilah kekurangan masing-masing. Hal ini penting, sebab terkadang Anda menganggap pasangan adalah seseorang yang sempurna. Padahal, bagaimanapun pasangan Anda adalah manusia biasa yang terkadang melakukan kesalahan. Jika ini terjadi, Anda akan selalu membayangkan bahwa pasangan selalu mampu melakukan sesuatu yang sempurna. Maka dari itu, dalam benak Anda perlu ditanamkan sikap memahami kekurangan pasangan. Setelah itu, maka akan timbul dari dalam diri untuk bersikap toleransi.
  3. Saling Mengisi dan Menutupi
    Karakter yang berbeda antara Anda dan pasangan, jadikanlah kesempatan untuk saling mengisi dan menutupi. Anda juga harus berusaha saling mengisi dan menutupi kekurangan pasangan. Bagai sepasang sepatu, ia tidak akan sempurna jika hanya sepatu bagian kanan saja. Ia tetap memerlukan sepatu bagian kiri agar bisa digunakan dengan baik. Begitu pula dengan pasangan, Anda harus saling mengisi. Mengisi kekurangan pasangan bisa diartikan menutupi atau menyempurnakan apa yang tak terdapat pada pasangannya. Berikanlah nasihat dan saran yang baik pada pasangan Anda.
  4. Ingatlah Kembali Tujuan Pernikahan
    Salah satu cara membina rumah tangga agar bahagia, yakni dengan mengingat kembali tujuan pernikahan. Seperti, untuk mendapatkan sakinah (ketenangan), mawaddah (rasa cinta), dan juga rahmah (kasih sayang) di dalamnya. Jadi, mustahil bisa memperoleh ketenangan, cinta, dan kasih sayang secara bersamaan dalam hidup, apabila Anda tidak lalui dengan jalan pernikahan. Mulai sekarang, cobalah untuk saling mengerti pula dengan cara memahami karakter masing-masing. Dengan begitu, Anda bisa mencapai tujuan pernikahan.

Jadi, mulai sekarang terapkanlah beberapa cara membina rumah tangga di atas ya. Memang, semuanya membutuhkan proses yang tidak sebentar. Terlebih, Anda harus lebih sabar dalam menghadapi sifat pasangan.

Langkah Membina Rumah Tangga yang Harmonis

Bagi Anda yang barus saja menikah atau sudah lama menikah, penting untuk tahu cara membina rumah tangga yang harmonis. Pastikan Anda tak salah menerapkannya ya. Rumah tangga, diibaratkan seperti negara kecil. Ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Pemimpin tersebut adalah seoarang suami yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak terhadap apa yang dipimpinnya.

Bagaimanakah Cara Membina Rumah Tangga yang Harmonis?
Dalam hal membina maupun menjaga rumah tangga yang harmonis, wajib diketahui oleh setiap pasangan. Tujuannya, untuk menyatukan tujuan dan cita-cita. Menjadi cukup sulit menjaga keharmonisan rumah tangga, apabila antara suami dan istri mempunyai sifat yang tidak saling mengalah dalam rumah tangga. Nah, untuk mencegahnya Anda bisa menerapkan beberapa cara membina rumah tangga yang harmonis pada uraian berikut ini:

  1. Berterus Teranglah pada Pasangan
    Kebiasaan berterus terang terhadap pasangan merupakan salah satu upaya menjaga rumah tangga yang harmonis. Beberapa kasus rumah tangga yang retak, biasanya dikarenakan ketidak mampuan suami atau istri berlaku jujur. Memang, setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Namun, jangan sekali-kali Anda berbohong pada pasangan. Jika Anda tidak ketahuan satu kali, maka di masa yang akan datang Anda akan terbiasa untuk mengulangi kebohongan tersebut. Ingat, tiap orang tentu tidak suka jika dibohongi terutama jika orang tersebut adalah pasangan hidup Anda.
  2. Jangan Berlebihan Mengatur Pasangan
    Dalam rumah tangga, memang penting adanya peraturan. Termasuk dalam hal mengatur keuangan keluarga. Akan tetapi, bila salah satu pasangan memiliki sifat terlalu mementingkan diri sendiri rumah tangga bisa menjadi renggang. Misalnya, seorang istri yang terlalu mengatur suaminya bisa jadi rumah tangga menjadi tidak harmonis. Ini karena, dasarnya suami merupakan pemimpin yang bertugas untuk mengambila keputusan. Bila seorang istri terlalu banyak mengatur, suamin menjadi sangat dibenci dan tidak disukai. Tiap pasangan harus menempatkan dirinya dengan benar, kapan ia harus memberikan saran dan membiarkan suami mengambil keputusan sendiri.
  3. Jangan Merendahkan atau Mengkritisi Pasangan
    Terkadang, tanpa sadar Anda merendahkan pasangan sendiri. Bila terus dibiarkan, pasangan akan merasa tertekan dan tidak dianggap. Sebetulnya, dalam hal mengkritisi pasangan itu tidak masalah. Akan tetapi, harus disertai dengan solusi. Selain itu, jangan sampai membuat Anda merasa direndahkan. Pilihlah cara terbaik untuk bisa mengingatkan atau mengkritisi pasangan. Sesuaikan pula dengan kondisi psikologis pasangan. Jadi, apakah selama ini Anda sering merendahkan pasangan tanpa Anda sadari?

Kunci dari rumah tangga yang harmonis, Anda perlu memahami satu sama lain kepribadian dari pasangan. Apapun itu masalahnya, Anda perlu membicarakannya. Hindari membiarkannya terus-menerus agar Anda dan pasangan menjadi lebih terbuka satu sama lain.

Cara Membina Rumah Tangga Menurut Ajaran Islam

Rumah tangga yang harmonis dan bahagia, tentu menjadi dambaan untuk setiap muslim. Sudahkah Anda tahu cara mewujudkannya menurut ajaran Islam sendiri? Rasulullah SAW juga sudah memberikan teladan pada kita semua, bagaimana menerapkan cara membangun sebuah rumah tangga yang bahagia dan harmonis. Namun, harus diakui memang untuk mewujudkan rumah tangga yang seperti itu bukanlah hal yang mudah. Tapi, bukan berarti Anda tidak dapat mewujudkannya. Nah, berikut ini terdapat beberapa cara membina rumah tangga yang bahagia dan harmonis menurut Islam yang sangat dianjurkan untuk diikuti:

  1. Memahami Makna dan Tujuan dari Pernikahan
    Memang, tiap orang memiliki sifat dan karakter yang berbeda-beda. Namun, itu semua harus bisa diatasi bersama saat menikah. Saat kedua orang yang berbeda menikah, sangat penting untuk menanamkan niatan yang benar. Seperti, pembentukan keluarga dalam bentuk pernikahan yang syah, dalam agama maupun aturan negara yaitu rumah tangga yang dibina atas landasan taqwa. Selain itu, juga berpandukan Al-Quran dan Sunnah bukan semata-mata atas dasar cinta.
  2. Menciptakan Kasih Sayang
    Salah satu cara menciptakan kasih sayang pasangan, yakni dengan melindungi atau protektif terhadap pasangan. Asalkan tidak berlebihan, ini merupakan cara membina keluarga bahagia dan harmonis. Tanpa adanya kasih sayang, maka sebuah kehidupan keluarga tidak bisa hidup dengan tenang, aman, dan nyaman. Ini merupakan hal penting untuk mencapai titik bahagia, saling menghormati, saling mempercayai, dan juga saling tolong-menolong dalam kebaikan. Sebaliknya, tanpa kasih sayang maka sebuah ikatan pernikahan bisa hancur dan jauh dari kebahagiaan.
  3. Menjalankan Hak dan Kewajiban dengan Baik
    Menurut Islam sendiri, kita diajarkan mengenai hak dan kewajiban baik istri maupun suami. Jika semuanya berhasil dijalankan dengan baik dan juga seimbang, maka hal ini bisa menjadi jalan dalam menciptakan keluarga yang tentram. Banyak rumah tangga yang kacau, karena pasangan tersebut hanya menuntut hak tanpa mengerti dan mau menjalankan apa yang menjadi kewajibannya. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.
  4. Memahami Kelebihan maupun Kekurangan
    Tiap orang, memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Saat menikah, penting untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seperti yang Anda ketahui, jika di dunia ini tak ada manusia yang sempurna. Ya, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Demikian pula pasangan Anda yang tentunya mempunyai kekurangan. Ketika Anda dan pasangan telah memutuskan untuk mengikat diri dalam sebuah pernikahan, maka wajib untuk keduanya dalam menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Itulah cara membina rumah tangga menurut ajaran Islam yang bisa Anda terapkan. Ingat, saat menikah terimalah semua kekurangan pasangan Anda. Saling menerima merupakan kunci kebahagian dalam membina rumah tangga. Dengan begitu, rumah tangga Anda juga akan terhindar dari pertengkaran.