Susu Pasteurisasi untuk Ibu Hamil

Mana yang Anda Pilih? Minum susu pasteurisasi atau Ultra High Temperatur (UHT) saat hamil? Keduanya, memiliki kandungan nutrisi yang berbeda pula. Maka dari itu, sebaiknya Anda harus tahu terlebih dahulu apa perbedaan dari keduanya. Jenis susu tersebut, mengalami proses yang berbeda pula. Sebaiknya, Anda tidak salah memilih susu karena apa yang Anda konsumsi bisa mempengaruhi kesahehatan bayi di dalam kandungan. Kenali dulu perbedaan susu Pasteurisasi dengan susu UHT beberapa ulasan berikut.

Apa Perbedaan Susu Pasteurisasi dengan UHT?
Susu pasteurisasi melalui proses paling sederhana agar bisa dikonsumsi dengan praktis. Tujuannya, untuk menghilangkan bakteri patogen atau bakteri berbahaya yang terdapat di dalamnya susu. Sayangnya, karena prosesnya sederhana susu pasteurisasi tak dapat bertahan lama dalam suhu ruang. Bahkan, perlu usaha penyimpanan ekstra walau kandungan nutrisi hampir seperti susu segar. Tidak semua bakteri yang ada di dalam susu pasteurisasi bisa bertahan alama. Sementara, susu UHT mampu menyimpan banyak nutrisi untuk melengkapi kebutuhan selama masa kehamilan. Susu UHT, memerlukan suhu tinggi untuk menghasilkan susu steril sehingga seluruh bakteri mati. Susu segar dari UHT juga bisa meningkatkan asupan gizi selama Anda hamil. Teknologi pemrosesan susu UHT (Ultra High Temperature) juga diyakini mampu memberikan susu dengan kualitas dan mutu yang terjamin. ProsesĀ  pengolahan susu melalui teknologi UHT efektif membunuh mikroba dan bakteri berbahaya. Ini karena, pemanasan dengan suhu tinggi dalam waktu singkat dapat mempertahankan mutu dan kandungan gizi yang ada dalam susu.

Bagaimana dengan perbedaan Nutrinya?
Tahukah Anda, jika susu murni UHT memiliki berbagai zat gizi dalam jumlah dan komposisi yang baik dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Tentu, ini membuat susu UHT aman dikonsumsi karena tidak mengandung bahan pengawet. Bahkan, setidaknya tubuh memerlukan setidaknya 1 gelas susu per hari untuk membantu menopang kebutuhan gizi individu tersebut. Susu UHT juga lebih bisa bertahan hingga kurun waktu 10 hingga 12 bulan. Asalkan, kemasan dan juga ruang penyimpanannya dalam kondisi baik. Susu jenis ini diolah dengan menggunakan teknologi UHT dengan pengemasan aseptik 6 lapis. Pemanasannya hanya membutuhkan waktu 3 hingga 4 detik dalam suhu 137 sampai 140 derajat celcius. Dengan demikian, susu UHT juga mampu membunuh mikroba dan bakteri serta mencegah kerusakan nilai gizi yang ada di dalamnya daripada susu pasteurisasi.

Jadi, dikarenakan susu UHT memiliki lebih banyak nutrisi yang diperlukan saat hamil, tidak masalah jika Anda rutin mengonsumsinya. Dengan begitu, bayi dalam kandungan akan terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya. Saat mengonsumsi susu, ada baiknya Anda juga memperhatikan tingkat kebersihannya. Imbangi pula dengan makan-makanan setiap hari selama masa kehamilan ya agar tumbuh kembang janin tidak terhambat.

No Comments

Leave a Comment

Please be polite. We appreciate that.
Your email address will not be published and required fields are marked