Shintani Balthazar Posts

3 Persiapan Khusus Menikah untuk Perempuan

Sebelum menikah, Anda membutuhkan beberapa persiapan penting. Terutama untuk Anda perempuan, kenali dahulu hal apa saja yang perlu dipersiapkan menikah. Pernikahan adalah acara yang suci dan akan disaksikan oleh beberapa orang. Pasangan pengantin, nantinya akan menjadi sorotan utama sepanjang hari pernikahan. Maka dari itu, tak heran jika calon pengantin terutama wanita, sangat mempersiapkan diri untuk mempersiapkan fisiknya agar nampak lebih cantik dan anggun di hari H.

Apa Saja Persiapan Menikah untuk Perempuan?
Tampil lebih menarik dari biasanya di hari pernikahan bukan perkara sulit. Nah, berikut ini terdapat beberapa persiapan menikah untuk perempuan yang bisa Anda lakukan:

  1. Pilih-pilih makanan
    Buatlah pilihan terbaik untuk pernikahan Anda. Makanlah beragam buah-buahan dan sayuran setiap hari. Batasi makanan dan minuman yang tinggi kalori, gula, alkohol, garam, dan lemak. Jika Anda ingin menurunkan berat badan sebelum menikah, makanlah dengan porsi makan yang lebih sedikit. Kemudian, kurangilah makanan berlemak dan bergeraklah lebih aktif agar tidak terjadi kesalahan pada diet. Pilihlah makanan yang ringan dan juga sehat untuk tamu pesta pernikahan Anda nanti. Tambahkanlah buah, sayuran, makanan rendah lemak, dan minuman rendah kalori sebagai hidangan penutup.
  2. Mengelola stres
    Selain belajar memahami sifat dan karakter pasangan masing-masing, Anda juga perlu mengelola stres sebelum menikah. Terutama untuk perempuan. Stes, bisa menyebabkan sakit kepala, masalah tidur, sulit berkonsentrasi, sakit perut, dan mudah marah. Jadi, sebaiknya Anda harus mengelola stres dengan baik, terutama ketika merencanakan pernikahan, bekerja, bersekolah, atau kegiatan lainnya. Tidurlah dengan waktu yang cukup serta lakukan teknik relaksasi, seperti yoga, dan spa. Jika Anda tidak bisa mengendalikan diri Anda, berkonsultasi dahulu dengan dokter guna menghilangkan stres dalam diri Anda.
  3. Berhati-hati dengan make-up
    Bila Anda memiliki karakter yang suka sekali make-up sehari-hari, untuk persiapan menikah berhati-hatilah dengan make-up. Anda tentu ingin mencoba sesuatu yang baru untuk hari pernikahan Anda. Misalnya, mewarnai rambut, menggunakan kosmetik yang berbeda, dan juga menggunakan sejumlah produk perawatan kulit. Pastikanlah produk yang Anda gunakan tidak menyebabkan masalah seperti kemerahan, ruam, gatal, bersin, dan alergi. Alergi dapat terjadi saat Anda pertama kali menggunakan produk berbeda dari produk yang biasa digunakan. Lihatlah pada label produk mulai dari komposisi, sampai tata cara penggunaan dan tanda perhatian pemakaian. Berhenti menggunakan produk tersebut bila masalah semakin parah. Sebaiknya, Anda tidak mewarnai alis dan bulu mata sebab dapat menyebabkan cedera mata yang serius. Jangan lupa pula untuk menghapus make-up sebelum tidur guna mencegah kulit dan mata iritasi sebelum menikah.

Ingat, selain memahami berbagai karakter pasangan sebaiknya Anda lakukan cara di atas sebagai persiapan menikah. Yuk, segera terapkan beberapa cara mempersiapkan pernikahan di atas agar ketika tiba hari pernikahan nanti Anda sudah siap. Dengan begitu, pernikahan akan lancar.

3 Persiapan Khusus Sebelum Menikah bagi Pria

Sebentar lagi akan membangun rumah tangga bersama dengan wanita idaman? Pastikan Anda tahu dulu apa saja persiapan menikah bagi pria yang wajib dilakukan. Tiap laki-laki yang telah siap ke jenjang pernikahan tentu merasa senang, tapi juga khawatir. Senang karena sudah dipertemukan dengan jodohnya namun, ada perasaan takut karena setelah nanti menikah ada tanggung jawab yang lebih besar. Tapi, itu bukanlah alasan untuk menunda pernikahan. Anda bisa melakukan beberapa persiapan menikah khusus untuk pria pada uraian berikut ini.

  1. Persiapan Ilmu
    Seorang suami, lebih baik memiliki landasan ilmu yang lebih banyak sebab nantinya akan menjadi pemimpin keluarga. Setiap masalah, tiap keputusan dalam keluarga ditentukan oleh seorang suami atau kepala keluarga. Dalam mengambil keputusan atau saat menyelesaikan masalah hendaknya berpedoman pada ilmu agama, sesuai pada syariat Islam. Hal ini, sebagai salah satu persiapan diri sebelum menikah untuk laki-laki dan wanita juga lho.
  2. Persiapan Mental
    Tak hanya persiapan untuk saling mengerti sifat, kelebihan, dan kakurangan masing-masing. Bagi seorang suami, hendaknya mempersiapkan diri agar lebih lapang dan hati yang sabar. Ini karena, setelah menikah akan hidup bersama dengan istri yang termasuk orang asing. Mengapa orang asing? Karena, sebelumnya Anda tidak tahu karakter aslinya dan kebiasaan yang kurang baiknya. Biasanya, usai 1 tahun menikah baru terlihat karakter aslinya masing-masing.
  3. Persiapan Spiritual
    Selain mempersiapkan untuk saling mengerti kepribadian masing-masing, Anda juga perlu mempersiapkan spiritual. Sebagai calon suami, hendaknya Anda lebih ditingkatkan amalan dan ibadah pada Allah. Ini karena, suamilah yang akan bertanggung jawab atas istrinya saat di akhirat nanti. Terlebih, seorang istri akan bersemangat dalam melaksanakan ibadah dengan suaminya.
  4. Persiapan Fisik
    Persiapan fisik, harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Saat Anda sudah menjadi seorang suami, pekerjaan juga bertambah lebih banyak. Terlebih, jika nanti sudah memiliki seorang anak Anda juga harus mencari nafkah. Fisik yang baik dan juga kuat sangat diperlukan dalam hidup berumah tangga. Tak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan lebih banyak, tapi juga baik untuk reproduksi. Fisik yang bagus bisa mempermudah untuk segera mendapatkan momongan. Dalam hal ini, memang tak hanya seorang istri atau calon ibu saja yang fisiknya harus bagus. Sebagai suami, Anda juga harus bagus kesehatan dan fisiknya. Dengan demikian, maka kualitas sperma akan bagus sehingga kelak janin dan calon bayinya akan sehat juga.

Bagaimana, persiapan menikah bagi pria ternyata tidak sulit, bukan? Ingat, tak hanya saling mengerti dengan sifat pasangan masing-masing, kerukunan rumah tangga bisa diciptakan dengan saling pengertian dan tidak terlalu menuntut apa yang diinginkan. Apakah selama ini Anda sudah melakukannya untuk persiapan menikah? Yuk, segera terapkan mulai sekarang beberapa persiapan menikah di atas agar ketika pernikahan Anda nanti lancar tanpa halangan apapun.

Keuntungan Membina Rumah Tangga di Usia Muda

Yakin sudah mempersiapkan segala kebutuhan untuk pernikahan di usia muda? Apakah Anda sudah tahu bagaimana cara membina rumah tangga yang tepat? Menikah merupakan suatu proses yang yang melibatkan fisik, mental, fikiran, dan keberanian dalam menempuh pola kehidupan yang berbeda. Tapi, bagaimana jika seseorang memilih untuk menikah di usia muda? Sebetulnya itu bukan masalah asalkan Anda telah mengetahui bagaimana cara membina rumah tangga yang benar dan sudah benar-benar memahami karakter masing-masing. Terlebih, terdapat beberapa manfaat yang bisa Anda dapat saat membina rumah tangga di usia muda.

Apa Saja Manfaat Membina Rumah Tangga di Usia Muda?
Menikah di usia muda, ternyata tak selalu mendatangkan kesulitan. Nyatanya, terdapat beberapa keuntungan jika Anda membina rumah tangga di usia muda. Mau tahu apa saja? Simak penjelasan berikut ini.

  1. Membangun Keseimbangan Awal
    Ketika masih muda, Anda membutuhkan seseorang agar hidup menjadi lebih terarah, teratur, dan seimbang. Terlebih, jika saat ini Anda masih bekerja. Tentu, Anda akan lebih bersemangat karena ada yang siap membantu dan mendengarkan keluh kesah dalam pekerjaan. Pasangan Anda, akan menjadi tempat untuk dapat mengungkapkan setiap keluh kesah yang dialami. Bahkan, bersedia untuk menjadi penerang saat Anda sedang menghadapi jalan yang buntu.
  2. Bisa Saling Menyesuaikan
    Kini, banyak orang yang tinggal di daerah perkotaan yang menunda pernikahan. Alasannya, entah itu karir maupun kedewasaan. Padahal ini merupakan hal yang tidak tepat. Coba renungkan, jika dua orang individu yang sudah kuat memiliki prinsip dan setelah menikah keduanya menemukan saling ketidakcocokan pada prinsip masing-masing. Justru, hal ini akan lebi mudah membuat pernikahan tidak bertahan lama. Sedangkan jika menikah di usia muda, ibarat membentuk sebuah adonan kue. Anda akan belajar cara untuk lebih saling pengertian. Menyesuaikan karakter lebih mudah dilakukan ketika muda, karena keduanya masih belum memiliki prinsip yang benar-benar dijalani.
  3. Mencari Pasangan Sempurna
    Anda, tidak akan bisa memulai pernikahan jika yang mencari seseorang yang sempurna. Memang dalam diri ada sifat dan karakter tertentu yang sangat disukai. Di sisi lain, telah ada standarisasi tertentu yang perlu Anda pakai dalam aturan agama. Hal ini sangatlah penting, sebab kesamaan prinsip akan membuat hubungan lebih kuat. Jadi, saat prinsip Anda adalah hanya ingin menikah dengan orang yang sempurna, maka Anda sudah menjadi orang yang egois dan munafik. Pada masa perjalanan pernikahan nanti, sifat diantara satu sama lain pada sebuah pasangan akan berubah. Selama membina rumah tangga, masing-masing pasangan akan belajar mengenai karakter bagaimana yang disukai dan dibenci oleh pasangannya.

Membina rumah tangga di usia muda sebetulnya tidak sulit, Asalkan Anda tidak mementingkan diri sendiri. Saat menjalankan rumah tangga, Anda juga perlu saling berdiskusi dan sebaiknya tidak ada yang disembunyikan lagi.

4 Cara Membina Rumah Tangga di Usia Muda

Saat menjalankan rumah tangga di usia muda, Anda harus tahu bagaimana cara membina rumah yang tepat. Apa Anda benar-benar sudah mengetahuinya? Di Indonesia, usia pasangan menikah bermancam-macam. Kebanyakan, pernikahan terjadi saat usia 23 tahun sampai 26 tahun. Terlebih, kini juga banyak orang yang menikah diumur 20 tahun ke bawah. Jika hal ini Anda alami, maka wajib untuk mengetahui bagaimana cara membina rumah tangga di usia muda sejak sekarang juga.

Pentingnya Mengetahui Cara Membina Rumah Tangga
Tak ada seorangpun yang ingin rumah tangganya mengalami perceraian. Oleh karena itu, penting untuk Anda ketahui bagaimana cara membina rumah tangga terutama untuk Anda yang menikah di usia muda. Berikut cara yang perlu Anda coba.

  1. Saling memperlakukan dengan baik
    Suami istri harus mengetahui sifat masing-masing. Anda tak bisa lagi bersikap seenaknya kepada pasangan, tentu ini berbeda saat masih pacaran. Ini karena, seseorang yang sudah menikah mempunyai peran dan tanggung jawab baru, apalagi sebagai suami perlu memperlakukan istri dengan baik serta membimbingnya dengan baik. Begitu pula istri yang harus memperlakukan suami dengan baik.
  2. Saling memahami
    Tidak adanya rasa saling memahami antar Anda dan pasangan, akan menjadi penyebab suami istri tidak harmonis. Dengan demikian, akan lebih sulit menjaga kesejahteraan dalam rumah tangga. Nah, untuk menumbuhkan rasa saling memahami Anda perlu mengembangkan rasa toleransi dan empati pada pasangannya. Maka, rumah tangga akan berjalan tanpa masalah karena adanya sifat saling pengertian tersebut. Bila bisa memahami suami merupakan cara menjadi istri idaman suami.
  3. Saling memberikan pujian
    Tak hanya bersikap protektif, Anda juga perlu saling memberikan pujian. Pujian adalah suatu hal yang penting demi menjaga keharmonisan hubungan suami istri. Pemberian pujian yang tulus, bisa menjadikan pasangan merasa lebih dihargai akan berbagai jerih payahnya dalam berumah tangga. Pujilah pasangan dengan tulus saat ia sudah melakukan hal baik. Misalnya ketika suami membantu pekerjaan rumah tangga, pujilah ia yang telah bersusah payah melakukannya. Sikap memberi pujian, akan menjadi cara untuk membahagiakan pasangan tercinta dan salah satu cara berbakti kepada suami.
  4. Mempunyai panggilan sayang
    Cara membina rumah tangga di usia muda yakni dengan mempunyai panggilan sayang. Nah, untuk menjaga kemesraan juga sangat penting untuk pasangan suami istri yang mengharapkan pernikahannya tetap terjaga. Adanya karakter yang menunjukkan kemesraan dan rasa sayang terhadap pasangan dengan menggunakan nama kesayangan, juga akan menjadi cara memanjakan pasangan. Panggilan khusus ini, tentu dapat membuat pasangan merasa punya makna masing-masing.

Cara membina rumah tangga di usia muda memang tidak mudah. Anda perlu kesabaran dalam menjalankannya. Yuk, coba beberapa cara di atas agar rumah tangga Anda terhindari dari hal buruk yang tidak diinginkan.

4 Cara Membina Rumah Tangga agar Bahagia

Khusus Anda yang baru menikah ada perasaan cemas bagaimanakah cara membina rumah tangga yang tepat agar bahagia? Segera cari tahu mulai sekarang juga. Sebetulnya, pahit manis rumah tangga pasti akan ada. Hal itulah yang menjadikan rumah tangga menjadi lebih indah. Adapun kunci utama rumah tangga bahagia dimulai dengan adanya rasa dan memahami sifat satu sama lain.

Bagaimana Cara Membina Rumah Tangga agar Bahagia?
Ingin rumah tangga Anda selalu langgeng? Caranya sebetulnya mudah. Yuk, segera cari tahu pada uraian berikut ini.

  1. Pahami Arti Kebahagiaan
    Kebahagiaan tidak hanya sebatas pada materi saja, yang hanya diukur dengan seberapa kaya maupun penampilan fisik. Padahal, kebahagiaan bisa diukur pada seberapa taatnya Anda pada tuhan. Bila Anda seorang muslim, kebahagiaan bahkan bisa diukur dengan seberapa mampu ia taat pada perintah Allah SWT. Pada hakikatnya, jika seseorang taat bisa mendapatkan ridha Allah SWT. Maka, Allah akan memasukkannya ke dalam surgaNya.
  2. Pahami Kekurangan Pasangan
    Bila Anda ingin selalu memiliki rumah tangga yang bahagia, pahamilah kekurangan masing-masing. Hal ini penting, sebab terkadang Anda menganggap pasangan adalah seseorang yang sempurna. Padahal, bagaimanapun pasangan Anda adalah manusia biasa yang terkadang melakukan kesalahan. Jika ini terjadi, Anda akan selalu membayangkan bahwa pasangan selalu mampu melakukan sesuatu yang sempurna. Maka dari itu, dalam benak Anda perlu ditanamkan sikap memahami kekurangan pasangan. Setelah itu, maka akan timbul dari dalam diri untuk bersikap toleransi.
  3. Saling Mengisi dan Menutupi
    Karakter yang berbeda antara Anda dan pasangan, jadikanlah kesempatan untuk saling mengisi dan menutupi. Anda juga harus berusaha saling mengisi dan menutupi kekurangan pasangan. Bagai sepasang sepatu, ia tidak akan sempurna jika hanya sepatu bagian kanan saja. Ia tetap memerlukan sepatu bagian kiri agar bisa digunakan dengan baik. Begitu pula dengan pasangan, Anda harus saling mengisi. Mengisi kekurangan pasangan bisa diartikan menutupi atau menyempurnakan apa yang tak terdapat pada pasangannya. Berikanlah nasihat dan saran yang baik pada pasangan Anda.
  4. Ingatlah Kembali Tujuan Pernikahan
    Salah satu cara membina rumah tangga agar bahagia, yakni dengan mengingat kembali tujuan pernikahan. Seperti, untuk mendapatkan sakinah (ketenangan), mawaddah (rasa cinta), dan juga rahmah (kasih sayang) di dalamnya. Jadi, mustahil bisa memperoleh ketenangan, cinta, dan kasih sayang secara bersamaan dalam hidup, apabila Anda tidak lalui dengan jalan pernikahan. Mulai sekarang, cobalah untuk saling mengerti pula dengan cara memahami karakter masing-masing. Dengan begitu, Anda bisa mencapai tujuan pernikahan.

Jadi, mulai sekarang terapkanlah beberapa cara membina rumah tangga di atas ya. Memang, semuanya membutuhkan proses yang tidak sebentar. Terlebih, Anda harus lebih sabar dalam menghadapi sifat pasangan.